Thursday, April 5, 2007

Lambaian Jemari

lambaian jemari-mu, oh wahai pemilik kehendak yang tak terjangkau
selalu ingin aku menggapainya, entah kapan sampai
engkau telah mengirimkan lembayung yang indah untukku, pada senja yang ceria, dan telah kekerat sepasi lembayung
kusimpan di saku bajuku untuk hadiah kepadanya, kepada dia
engkau telah memberiku keberanian untuk menyatakan cinta
untuk menerima dan atau menampik cinta yang salah alamat

engkau telah memilihkan politikus untuk kami, sekalipun bukan dari orang-orang yang terbaik
engkau telah memilihkan aku presiden dan wakilnya
sekarang, dengan segala hormat, kumohon kalungkanlah ia di leherku sebagai medali tak ternilai

No comments:

Post a Comment

tulisan yang nyambung